How Acupuncture Can Relieve Pain and Improve Sleep, Digestion and Emotional Well-being

 

 

akptr3

Acupuncture is a 3,000-year-old healing technique of Traditional Chinese Medicine. In 1997, the U.S. National Institutes of Health (NIH) documented and publicized acupuncture’s safety and efficacy for treating a wide range of conditions. Acupuncture is now covered by many insurance policies and is used most broadly to relieve pain.

How does acupuncture work?

Continue reading “How Acupuncture Can Relieve Pain and Improve Sleep, Digestion and Emotional Well-being”

Advertisements

PENTINGNYA HATI

HATI 2

Kita semua ini dikaruniai hidup dalam suatu proses yang rumit dan indah serta organ-organ tubuh. Kita memiliki kepala, leher, badan, lengan dan kaki, kulit dan tulang, dan sebagainya. Di dalam kepala kita memiliki organ otak dan mata. Di dalam leher ada kelenjar tiroid, para tiroid, tulang penyangga kepala serta pembuluh darah dan syaraf. Di dalam dada kita mempunyai jantung dan paru. Di dalam perut kita memiliki usus, hati, limpa, ginjal, organ kelamin.

 

  1. Hati sebagai Pusat Metabolisme

Hati, berada di perut sebelah kanan atas. Keberadaan di perut kanan atas ditopang oleh pembuluh darah dan serabut-serabut ikat (ligamentum) yang mengikat hati dengan sekat rongga badan (diafragma). Hati mendapat 2 jenis aliran darah, yaitu aliran darah arteri dan alirah darah vena dari usus yang disebut system peredaran darah porta. System peredaran darah porta ini yang mengakibatkan atau menjadikan hati sebagai pusat metabolisme manusia. Jadi secara singkat fungsi terpenting hati adalah: pusat metabolisme manusia dan juga hewan. Yang disebut metabolisme adalah segala proses kimia di dalam badan. Dari uraian ini harap dipahami betapa sulitnya hidup manusia bila hatinya tidak berfungsi dengan baik.

HATI

 

  1. Fungsi Hati : Penjabaran Pusat Metabolisme

 

  1. Menyaring racun pada makanan

Sudah dijelaskan bahwa semua aliran darah dari usus masuk ke dalam hati. Darah dari usus itu mengandung semua bahan yang diserap usus dari makanan. Semua jenis zat kimia yang larut dalam air atau larut pada lemak diserap oleh usus. Jadi seluruh bahan yang kita makan seluruhnya masuk ke hati.

Penjelasan ini semoga dapat dipahami bahwa kita perlu hati-hati memilih makanan, apalagi makanan beracun.

  1. Mengolah semua obat

Semua obat beredar dalam tubuh. Semua obat merupakan benda asing yang harus diolah lalu dikeluarkan ke usus melalui saluran empedu atau diolah menjadi bahan yang mudah dikeluarkan oleh ginjal bersama air kencing (urine).

Penjelasan ini semoga dipahami agar kita tidak sembarangan minum obat atau penasaran menaikkan dosis obat. Banyak orang minum obat pusing berlebihan, satu tablet tidak mempan lalu dua tablet.

  1. Menyimpan energi atau tanki energi

Semua disebut hidup, bila ada energi yang bergerak di dalamnya. Lampu hidup karena ada energi listrik. Mesin hidup karena minyak diubah menjadi energi listrik. Makhluk hidup, tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia karena ada peredaran energi kehidupan dalam badan. Energi kehidupan ini dalam ilmu medicine disebut ATP, singkatan dari Adenosine Tri Phosphat. ATP dibuat dari salah satu jenis gula yang disebut glukosa. Glukosa ini berasal dari makanan, gula pasir, gula jawa, nasi, jagung, singkong, ubi, kentang, dan lain-lain yang dalam ilmu medicine disebut karbohidrat.

Kita ini hidup harus terus-terusan beda dengan mesin yang hidup mati. Jadi ATP harus senantiasa ada, ATP dibuat sendiri oleh masing-masing sel badan kita. Kita tidak terus-terusan makan. Juga terkadang puasa khususnya pada bulan Ramadhan. Nah, selama puasa itu ATP tetap harus ada, jadi glukosa harus tetap ada. Cadangan glukosa ada pada hati dan otot dalam bentuk salah satu jenis karbohidrat yang disebut glikogen. Cadangan glukosa dalam hati dan otot akan habis dalam 13 jam. Karena itu kita puasa cukup 12 jam. Apabila cadangan glukosa habis terpakai, hati kita pula yang harus membuat glukosa. Glukosa dibuat dari lemak yang ada dalam badan, yang disebut gluconeagenesis.

  1. Memproduksi cairan empedu

Pencernaan lemak

Lemak atau gajih yang pada makanan terdapat pada minyak goreng, lemak daging, keju, mentega, susu, sangat diperlukan oleh badan kita. Semua daya tahan badan kita berasal dari lemak. Jadi jangan takut pada lemak, yang penting tidak perlu kebanyakan. Makanan cepat saji Amerika disebutkan dalam semua makalah terlalu banyak mengandung lemak. Yang paling bagus makan sayur dan buah yang banyak.

Lemak yang kita makan, tentunya harus dicerna oleh usus lalu diserapkan ke dalam darah. Ada suatu dalil, bahwa semua zat yang akan diserap harus larut dalam air, sedang kita tahu, lemak tidak dapat larut dalam air. Agar lemak dapat larut dalam air perlu medium (perantara). Perantara tersebut adalah cairan empedu, yang dibuat oleh hati, sehingga lemak bercampur cairan empedu dapat larut dalam air lalu diserap ke dalam darah.

 

  1. Hati sebagai pembentuk kolesterol

Ada pemahaman yang kurang tepat pada masyarakat tentang kolesterol yang beranggapan kolesterol itu jelek. Yang jelek adalah bila kebanyakan. Kolesterol adalah bahan dasar banyak hormon, antara lain hormon gairah seksual perempuan, yaitu esterogen dan progesterone dan hormone gairah seksual laki-laki yaitu testosterone. Selain itu ada hormon lain yang dibuat dari kolesterol, yaitu hormon steroid yang diperlukan bila kita kerja keras.

Hormon lain yang baru saja ditemukan adalah hormone angiostensinogen yang membuat pembuluh darah tidak kempes dan lemas dan hormon yang mengatur pembentukan trombosit.

Dari uraian tentang fungsi hati tersebut semoga jelas, kita harus sayang pada hati kita dan waspada menjaga kesehatan hati kita.

 

HATI2

  1. Berbagai Kelainan Hati serta Pencegahannya

Uraian selanjutnya akan memperkenalkan berbagai kelainan hati secara sederhana dan sekedarnya disertai cara pencegahannya. Uraian dimulai dari yang paling sederhana sampai yang terberat.

Hati berlemak

Hati berlemak suatu kelainan yang paling sederhana. Tidak semua hati berlemak yang terdapat pada pemeriksaan USG (Ultra Sonograph) itu suatu kelainan. Bisa juga normal, jadi ada 2 tingkat keadaan hati berlemak.

Hati berlemak sehat atau ringan

Hati berlemak sakit

Hati berlemak sakitpun tidak mengganggu badan, orang masih merasa sehat, bekerja biasa, olah raga biasa, makan minum dan buang air besar atau buang air kecil biasa, tidur biasa. Jadi tidak merasa sakit. Persoalan menjadi lain bila ada pencetus atau terkena penyakit. Seorang yang memiliki hati berlemak sehat atau ringan bila terkena penyakit TBC masih bisa minum obat sebagaimana lazimnya. Tetapi orang yang memiliki hati berlemak sakit (berlemak berat) tidak bisa menerima obat TBC. Semoga dapat dimengerti hati berlemak menyebabkan daya tahan dan daya kerja hati, menurun.

Orang yang memiliki hati berlemak sakit dapat diketahui dari pemeriksaan USG dan pemeriksaan darah, khususnya pemeriksaan enzim SGOT, SGPT, dan gamma GT ((GT). Hati berlemak berat terjadi karena 2 hal:

  1. kurang gizi

Masyarakat Eropa dan Amerika yang terkenal kaya, ternyata banyak pula yang kurang gizi, yaitu para pecandu alcohol. Orang pecandu alcohol tidak suka makan, maunya minum alcohol melulu.

  1. kelebihan makan

Sudah disinggung di depan, bahwa makanan yang kita makan, sebelumnya disimpan (ditabung) dulu sebelum digunakan. Tabungan enersi ini berupa glikogen dan lemak. Bila kita makan berlebihan terus maka tempat simpanan akan penuh, jadilah hati berlemak, yang makin lama makin berat.

Hati berlemak berat dalam istilah kedokteran disebut NASH singkatan dari Non Alcoholic Steatohepatitis.

Pencegahan Hati Berlemak

Sudah dijelaskan semoga dipahami proses timbulnya hati berlemak, maka kita bisa mencegahnya:

  1. Makan secukupnya

Makan nasi tak perlu kenyang. Sayur dan buah sangat baik, disamping sebagai sumber vitamin, dapat memuaskan perut menjadi kenyang dapat mengurangi porsi roti dan nasi.

  1. Olahraga atau senam yang teratur

Simpanan energi dalam hati, kulit dan otak sebaiknya selalu dipakai dengan demikian diperbaharui selalu, tidak terus menerus ditimbun apalagi ditambah terus.

Pengobatan Hati Berlemak

Hati berlemak yang perlu diobati adalah yang menimbulkan kenaikan SGOT dan SGPT. Pengobatan terpenting adalah pencegahan dan mengurangi lemak yang tertimbun dalam hati seperti tersebut di atas.

Pada masa sekarang ini di seluruh dunia banyak dipakai obat-obat herbal yang berasal dari tumbuh-tumbuhan alami untuk hati berlemak.

Penyakit Hati Kerancunan

Sudah dijelaskan di depan bahwa fungsi hati adalah menyaring dan menghancurkan racun yang termakan agar tidak sempat meracuni tubuh. Ada kalanya racun lebih kuat dari hati. Yang terkenal adalah racun dari sejenis jamur dan racun dari sejenis ikan yang langsung merusak dan mematikan sel hati. Tuhan menciptakan untuk kita penangkalnya berupa tumbuh-tumbuhan yang dapat menolong sel hati. Di Indonesia yang telah banyak diselidiki adalah temulawak yang di dalamnya terdapat suatu zat yang disebut curcumin dan kedele mengandung lemak yang disebut Soya lecithin. Kedua zat ini mampu memperkuat selaput membrane sel hati sehingga mampu bertahan terhadap racun. Selain itu kedua bahan ini juga mendorong regenerasi sel hati. Adalah suatu berkat Tuhan atau sudah diatur oleh Sang Pencipta bahwa sel hati bisa memperbanyak diri atau berkembang biak dan mampu memperbaiki diri. Apabila suatu saat ada racun yang membunuh sel hati, sel yang mati segera diganti dengan sel baru duplikat sel hati yang sehat sesuai peribahasa: esa hilang dua terbilang.

Di Eropa, ada sejenis tumbuh-tumbuhan bernama Sylibum marianum yang mengandung zat bernama Sylimarin. Konon riwayatnya, tanamanan ini dipakai oleh para nelayan untuk mengobati orang yang keracunan racun ikan.

Penyakit hati keracunan sering pula ditemukan akibat obat. Banyak obat yang berpotensi merusak hati. Yang terkenal adalah obat bius halothene, obat penghilang rasa nyeri, obat penenang, obat sakit kepala dan obat penghilang rasa nyeri sendi, obat penenang menimbulkan keracunan hati bila dipakai terlalu lama terus menerus atau dipakai kebanyakan.

Penyakit Radang Hati

Penyakit radang pada hati disebut hepatitis, rangkaian dari kata hepar = hati, dan itis = radang, jadilah nama hepatitis. Ada berbagai penyebab hepatitis. Yang pertama adalah virus dan bakteri. Penyakit hati akibat bakteri tidak perlu dibahas karena bila hati sudah terkena bakteri tentu berasal dari tempat lain dan situasi sudah gawat. Yang perlu dibahas di sini adalah hepatitis akibat virus.

Yang disebut virus adalah makhluk sangat halus bahkan yang terkecil yang sampai saat ini diketahui. Virus jenisnya banyak sekali dan ada dimana-mana. Pada badan kita ada bermukim banyak virus dan bakteri yang menjaga badan kita. Suatu ketika ada virus yang menyebabkan penyakit. Penyakit akan mudah dikenali karena setiap virus hinggap pada bagian tertentu, misalnya ada virus yang suka hinggap di otak menimbulkan radang otak, ada juga yang hinggap di mata, ada yang senangnya hidup di hati yang disebut virus hepatitis.

Virus Hepatitis

Virus hepatitis ada banyak jenisnya, diberi nama berdasarkan urutan ditemukan, yaitu virus hepatitis A, B, C, D dan sebagainya sekarang sudah sampai virus hepatitis G. barangkali masih akan ditemukan banyak virus hepatitis lagi. Suatu ketika kita mendapat pasien sakit kuning yang gejala dan tandanya berbeda dengan yang sudah dikenal, lalu didapatkan virus hepatitis baru. Dari 8 virus hepatitis yang saat ini dikenal yang terpenting 3 jenis, yaitu hepatitis virus A, hepatitis virus B, hepatitis virus C.

Hepatitis virus A

Hepatitis jenis ini, awalnya menimbulkan penyakit yang mendadak, panas, mual dan muntah. Pada fase ini jarang ada dokter yang dapat menentukan bahwa pasien hepatitis karena gejalanya masih bersifat umum, mirip penyakit yang lain, misalnya demam berdarah, thypus, bahkan mirip infeksi tenggorok. Fase penyakit yang masih bergejala umum disebut fase prodromal. Setelah panas 3 hari baru muncul gejala dan tanda spesifik yaitu warna air kencing jadi coklat dan nyeri perut sekitar kanan atas.

Setelah panas badang berlangsung 5 hari, tiba-tiba panas reda tapi penderita jadi lemas, lemah lunglai dan mata jadi kuning.

Penyakit hepatitis A pada awalnya terlihat berat, mual, muntah, mata kuning selain panas tetapi untungnya sembuh sempurna, jarang menimbulkan kematian, kecuali bila kondisi hati sebelumnya memang lemah, misalnya hati berlemak berat. Tapi hepatitis A jarang menimbulkan kematian dan sembuh sempurna dengan kekebalan permanen.

Tidak perlu pengobatan secara khusus, pertama karena penyakit sembuh sendiri dan tidak berbahaya, kedua memang virus hepatitis A belum ditemukan penangkalnya, dengan menggunakan obat herbal, misalnya temulawak atau zat yang sudah dimurnikan yaitu curcumin.

Hepatitis B

Hepatitis B sesuai dengan namanya disebabkan oleh virus hepatitis B. orang yang tertular virus ini pada fase awal juga menunjukkan gejala seperti hepatitis A. Anehnya penyakit lebih ringan. Sayangnya pada sebagian orang virusnya tidak mau pergi, tetap tinggal seumur hidup. Tidak semua orang yang terjangkit hepatitis B sakitnya berlanjut.

Orang mendapat hepatitis B dari berbagai cara:

  1. Dari jarum suntuk yang dipakai bersama
  2. Dari transfusi darah
  3. Dari ibu pengidap lalu menular ke bayi saat melahirkan
  4. Hubungan seks tidak sehat

 

Sakit kuning

Sakit kuning yang dimaksud disini ada warna kuning pada mata yang normalnya berwarna putih. Menyebut sakit kuning sebenarnya kurang tepat, tapi penting dan berguna agar kita waspada. Warna kuning pada mata sebenarnya suatu tanda penyakit yang penyebabnya banyak sekali.

  1. Hepatitis A, B, C, baik yang akut atau yang kronik (menahun)
  2. Malaria
  3. Penutupan saluran empedu
  4. Kanker hati dan pankreas

 

PENYAKIT SIROSIS HATI

 

sirosis

Sirosis adalah suatu kondisi di mana jaringan hati yang normal digantikan oleh jaringan parut (fibrosis) yang terbentuk melalui proses bertahap. Jaringan parut ini memengaruhi struktur normal dan regenerasi sel-sel hati. Sel-sel hati menjadi rusak dan mati sehingga hati secara bertahap kehilangan fungsinya.

sirosis hatiHati (liver) sebagaimana diketahui adalah organ di bagian kanan atas perut yang memiliki banyak fungsi, di antaranya:

  • Menyimpan glikogen (bahan bakar untuk tubuh) yang terbuat dari gula. Bila diperlukan, glikogen dipecah menjadi glukosa yang dilepaskan ke dalam aliran darah.
  • Membantu proses pencernaan lemak dan protein.
  • Membuat protein yang penting bagi pembekuan darah.
  • Mengolah berbagai obat yang mungkin Anda minum.
  • Membantu membuang racun dari tubuh.

Sirosis adalah penyakit yang sangat berbahaya karena mengganggu pelaksanaan fungsi-fungsi di atas. Selain itu, jika Anda memiliki sirosis Anda juga berisiko mengembangkan kanker hati (hepatocellular carcinoma). Risiko bervariasi sesuai penyebab sirosis. Risiko terbesar adalah pada sirosis yang disebabkan oleh infeksi hepatitis C dan B, diikuti dengan sirosis yang disebabkan oleh hemokromatosis.

Penyebab

Ada banyak penyebab sirosis. Penyebab paling umum adalah kebiasaan meminum alkohol dan infeksi virus hepatitis C. Sel-sel hati Anda berfungsi mengurai alkohol, tetapi terlalu banyak alkohol dapat merusak sel-sel hati. Infeksi kronis virus hepatitis C menyebabkan peradangan jangka panjang dalam hati yang dapat mengakibatkan sirosis. Sekitar 1 dari 5 penderita hepatitis C kronis mengembangkan sirosis. Tetapi hal ini biasanya terjadi setelah sekitar 20 tahun atau lebih dari infeksi awal.

Penyebab umum sirosis lainnya meliputi:

  • Infeksi kronis virus hepatitis B.
  • Hepatitis autoimun. Sistem kekebalan tubuh biasanya membuat antibodi untuk menyerang bakteri, virus, dan kuman lainnya. Pada hepatitis autoimun,sistem kekebalan tubuh membuat antibodi terhadap sel-sel hati yang dapat menyebabkan kerusakan dan sirosis.
  • Penyakit yang menyebabkan penyumbatan saluran empedu sehingga tekanan darah terhambat dan merusak sel-sel hati. Sebagai contoh, sirosis bilier primer, primary sclerosing, dan masalah bawaan pada saluran empedu.
  • Non-alcohol steato-hepatitis (NASH). Ini adalah kondisi  di mana lemak menumpuk di hati sehingga menciptakan jaringan parut dan sirosis. Kelebihan berat badan (obesitas) meningkatkan risiko Anda mengembangkan non-alcohol steato-hepatitis.
  • Reaksi parah terhadap obat tertentu.
  • Beberapa racun dan polusi lingkungan.
  • Infeksi tertentu yang disebabkan bakteri dan parasit.
  • Gagal jantung parah yang dapat menyebabkan tekanan balik darah dan kemacetan di hati.
  • Beberapa penyakit warisan langka yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel hati, seperti hemokromatosis (kondisi yang menyebabkan timbunan abnormal zat besi di hati dan bagian lain tubuh) dan penyakit Wilson (kondisi yang menyebabkan penumpukan abnormal zat tembaga di hati dan bagian lain tubuh).

Gejala

Sirosis di tahap awal tidak menimbulkan gejala apapun. Oleh karena itu, pasien sirosis ringan dan moderat mungkin menderita untuk waktu yang lama tanpa menyadari penyakitnya. Pada tahap ini tes fungsi hati dapat mendeteksi perubahan yang mengarah pada disfungsi hati, seperti:

  • Kegagalan membuat cukup protein seperti albumin yang membantu untuk mengatur komposisi cairan di dalam aliran darah dan tubuh.
  • Kegagalan membuat bahan kimia yang cukup diperlukan untuk pembekuan darah.
  • Kurang mampu mengolah limbah kimia dalam tubuh seperti bilirubin sehingga menumpuk di dalam tubuh.
  • Kurang mampu memproses obat, racun, dan bahan kimia lainnya yang kemudian bisa menumpuk di dalam tubuh.

Pada tahap akhir, sirosis hati terkait dengan banyak gejala. Sebagian besar gejalanya adalah akibat dari jaringan hati fungsional yang tersisa terlalu sedikit untuk melakukan tugas-tugas hati. Gejala yang dapat timbul pada fase ini adalah:

  • Kelelahan.
  • Kelemahan.
  • Cairan yang bocor dari aliran darah dan menumpuk di kaki (edema) dan perut (ascites).
  • Kehilangan nafsu makan, merasa mual dan ingin muntah.
  • Kecenderungan lebih mudah berdarah dan memar.
  • Penyakit kuning karena penumpukan bilirubin.
  • Gatal-gatal karena penumpukan racun.
  • Gangguan kesehatan mental dapat terjadi dalam kasus berat karena pengaruh racun di dalam aliran darah yang memengaruhi otak. Hal ini dapat menyebabkan perubahan kepribadian dan perilaku, kebingungan, pelupa dan sulit berkonsentrasi.

Selain itu, jaringan parut membatasi aliran darah melalui vena portal sehingga terjadi tekanan balik (dikenal sebagai hipertensi portal). Vena portal adalah vena yang membawa darah berisi nutrisi dari usus dan limpa ke hati. Normalnya, darah dari usus dan limpa dipompa ke hati melalui vena portal. Namun, sirosis menghalangi aliran normal darah melalui hati sehingga darah terpaksa mencari pembuluh baru di sekitar hati. Pembuluh-pembuluh darah baru yang disebut “varises” ini terutama muncul di tenggorokan (esofagus) dan lambung sehingga membuat usus mudah berdarah. Jika perdarahan usus terjadi, Anda mungkin muntah darah, atau mengeluarkan darah melalui kotoran (feses). Kondisi ini adalah kedaruratan medis yang harus segera ditangani.

PENGOBATAN DENGAN HERBAL TRADISIONAL

 

CORDICEP

Cordyceps Sinensis Kering

Cordyceps sinensis ialah sejenis fungus atau cendawan yang tumbuh subur di kawasan pergunungan yang mempunyai ketinggian melebihi 3500 meter dari permukaan laut. Ia banyak di temukan di pegunungan China, Tibet, Nepal dan Himalaya.

Cordyceps sinensis di kategorikan sebagai salah satu herbal yang sangat bernilai tinggi dalam pengobatan tradisional China dan ilmu pengobatan modern. Dalam masyarakat China, ia disebut Dong Chong Xia Cao yang artinya Musim dingin jadi “ulat”, musim panas jadi “rumput”. Pada waktu musim dingin, spora Cordyceps memasuki badan larva dan memperolehi makanan dari badan larva itu sehingga larva akan mati.

 

Cordyceps Sinensis Kering

Pada waktu  musim panas, cendawan akan tumbuh dari badan larva tersebut. Tinggi antara 3cm-10cm. Cordyceps dikenal juga dengan nama aweto di bagian lain China atau Yarchagumba di Tibet.

Praktisi pengobatan herbal tradisional China percaya bahwa Cordyceps Sinensis memiliki kemampuan untuk menyembuhkan hampir semua penyakit. Namun, selama berabad-abad, Cordyceps Sinensis hanya digunakan secara eksklusif oleh para kaisar di China karena sangat langka dan harganya yang sangat mahal. Hal ini telah membuat Cordyceps Sinensis menjadi sangat terkenal serta menjadikannya sebagai bahan obat bernilai tinggi dalam tradisi China dan mendapat sebutan “obat emas”.

  1. Siklus Hidup Cordyceps.

Cordyceps Sinensis adalah spesies jamur yang tumbuh di daerah pegunungan sebelah Tenggara China, dan hanya bisa ditemukan pada ketinggian lebih dari 3000 meter di atas permukaan laut dan lebih banyak terdapat di lembah rumput yang berdekatan dengan batas turunnya salju.

Mencari Cordyceps

Setiap tahun pada akhir bulan Mei saat udara berubah menjadi hangat, spora Cordyceps Sinensis (yaitu “rumput” di atas kepala “ulat”) mulai tumbuh. Cordyceps Sinensis Spora Cordyceps Sinensis bertebaran dan menyebar oleh tiupan angin pada akhir musim gugur setelah tumbuhan menjadi dewasa. Spora tersebut masuk ke dalam kepompong (larva ulat) Hepialidae (sejenis ngengat/ kupu-kupu) dan menjadikan kepompong tersebut sebagai inang. Secara perlahan spora tersebut menghisap nutrisi kepompong tersebut untuk menghidupi akar-akarnya. Kepompong yang telah diserang oleh cendawan ini masuk ke dalam tanah di musim dingin, lama-kelamaan berubah bentuk menjadi inti jamur (pada saat ini tempurung luar badan ulat menjadi sempurna). Di musim panas, dari inti jamur atau tubuh ulat yang mati akan tumbuh organ reproduksi berbentuk cendawan yang menyerupai rumput berwarna coklat tua sepanjang 3-5 cm, dari sinilah asal nama “Dong Chong Xia Chao” (Ulat Musim Dingin dan Rumput Musim Panas).

Cordyceps Sinensis Diperlukan waktu sekitar 6 tahun bagi Cordyceps Sinensis untuk melengkapi siklus hidupnya. Panjang tubuh ulat umumnya 3-5 cm, dalam sehari spora dapat tumbuh sepanjang tubuh ulat, pada saat inilah disebut “rumput pertama” yang kualitasnya paling baik. Pada hari kedua spora tumbuh dua kali lipat tubuh ulat, disebut “rumput kedua” yang kualitasnya menempati nomor dua. Setelah tiga hari spora tumbuh tumbuh cepat dan tak dapat digunakan lagi. Dari sini dapat dilihat bahwa kualitas alami Cordyceps Sinensis sangat sulit diperoleh, sehingga sulit diproduksi sacara massal. Inilah yang menjadikan Cordyceps Sinensis sebagai tumbuhan yang sangat langka sehingga harganya pun menjadi sangat mahal.

  1. Sejarah (Legenda) Cordyceps.

Legenda yang terjadi pada zaman China dimasa silam menyebutkan bahwa berawal dari sekitar 1000 tahun yang lampau, saat pemerintahan Dinasti Southern Song, terdapat daratan yang luas yang terbentang dari Asia sampai Eropa yang berada dibawah pemerintahan Genghis Khan seorang Kaisar Mongolia. Dalam maksudnya untuk menundukkan seluruh wilayah, kaum nomaden atau penduduk yang hidup secara berpindah-pindah tempat mulai melakukan serangan ke suatu daerah yang sekarang menjadi daratan China sebelah barat daya. Namun betapa sangat mengherankan karena serangan mereka berulang kali dapat dibendung oleh pertahanan dari penduduk setempat yang memiliki tubuh yang besar dan sangat kuat dan mampu untuk manahan serangan hebat dari pasukan kavaleri Mongol. Dengan keadaan pasukan seperti itu, Mongol harus mengirimkan lebih banyak lagi anggota pasukan untuk dapat menguasai wilayah ini. Kemudian monarki Mongol memerintahkan untuk melakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, ternyata bahwa penduduk setempat suka memakai banyak cendawan ulat pada makanan mereka dan dengan mengkonsumsi makanan tersebut maka mereka dapat membangun tubuh mereka yang kuat.

Legenda lain mengatakan bahwa orang-orang Yung, yang merupakan kaum pengelana, pertama kali menemukan Cordyceps ribuan tahun yang  lalu di dataran tinggi di daerah mereka dan menganggapnya sejenis rumput. Orang-orang Yung mengamati bahwa hewan-hewan yang  memakan sejenis rumput berbentuk seperti jamur kecil tersebut menjadi begitu energik dan tangkas. Bahkan hewan ternak sapi  yang sudah tua pun menunjukkan tanda-tanda peningkatan kekuatan fisik. Didorong rasa penasaran, orang-orang Yung lalu mengambil tumbuhan tersebut dan setelah mengkonsumsinya mendapati gejala yang mirip dengan hewan-hewan yang memakan rumput tersebut.

Sejak saat itu khasiat Cordydeps mulai menyebar ke penduduk daerah lainnya. Di antara golongan masyarakat yang mulai menggunakan Cordyceps untuk pengobatan adalah kaum herbalis di China. Mereka menggunakan Cordyceps untuk mengobati berbagai keluhan sakit pada manusia. Namun, kelangkaan jamur ini menyebabkan harganya menjadi sangat mahal sehingga penggunaan Cordyceps untuk pengobatan hanya terbatas pada kaum kaya dan elit kerajaan saja.

Cordyceps Sinensis tumbuh secara liar di dataran tinggi Tibet, di ketinggian lebih dari 5000 meter di atas permukaan laut. Kadar oksigen yang rendah pada ketinggian ini dengan iklim yang ekstrim serta kondisi lingkungan yang tidak bersahabat, membuat hanya segelintir spesies yang bisa hidup karena mampu bertahan dan beradaptasi dengan lingkungan yang keras, termasuk Cordyceps Sinensis. Semakin keras dan ekstrim kondisi lingkungan dimana Cordyceps tumbuh, semakin tinggi kualitasnya.

Para pencari Cordyceps telah lama menganggap jamur ini sebagai ‘obat dewa’ dan nilainya lebih tinggi dari emas murni. Masa panen Cordyceps hanya berlangsung relatif singkat, sekitar 4 minggu di bulan Mei dan Juni. Para pencari Cordyceps yang telah berpengalaman hanya bisa mengumpulkan kurang dari 10 Cordyceps sehari. Jumlah Cordyceps dengan kualitas paling tinggi yang bisa dikumpulkan dalam setahun dari seluruh dunia hanya sekitar 330kg (660 pounds) saja. Hal ini menjadikan Cordyceps sebagai jamur yang sangat langka dan sangat bernilai sehingga hanya bisa dinikmati dan menjadi hak eksklusif kalangan elit kekaisaran China.

Di jaman China kuno, Cordyceps hanya digunakan di kalangan istana kaisar dan dianggap memiliki khasiat seperti ginseng yang bisa memulihkan kesehatan tubuh. Cordyceps digunakan untuk memulihkan kondisi tubuh setelah sakit dalam jangka waktu lama, mengobati lemah syahwat dan impotensi, nyeri syaraf, nyeri punggung, kelelahan fisik, berkeringat di malam hari, gangguan pernafasan, gula darah tinggi, gangguan dan gagal ginjal, penyakit jantung, gangguan hati, meningkatkan vitalitas dan ketahanan tubuh, menenangkan pikiran, mengurangi batuk, anemia, dan insomnia.

Pada abad ke-2 sebelum Masehi, kaisar pertama China menggunakan Cordyceps untuk tujuan panjang umur. Wanita cantik China legendaris Yang Kue-fei (701-756 M) juga menggunakan Cordyceps secara rutin dan menganggapnya sebagai obat awet muda. Sejarah pemakaian Cordyceps sebagai herbal anti-penuaan dalam pengobatan tradisional China telah ada sejak tahun 1700 SM. Pada periode Dinasti Chin, diceritakan bahwa sang kaisar menyerahkan sejumlah emas untuk memperoleh sejenis jamur untuk pemakaian selama tiga hari. Cendekiawan Tibet juga telah menulis tentang Cordyceps secara rinci pada naskah abad ke-15 dan abad ke-18. Baru pada tahun 1726, dalam sebuah pertemuan ilmiah Cordyceps diperkenalkan ke benua Eropa.

Cordyceps Sinensis yang tumbuh alami memerlukan waktu sekitar 6 tahun untuk melengkapi siklus hidupnya, yang menyebabkan ketersediaannya sangat terbatas sehingga harganya menjadi sangat tinggi.

  1. Manfaat Cordyceps Sinensis Untuk Kesehatan.

Cordyceps Sinensis (Dong Chong Xia Cao, 冬虫夏草, Ophiocordyceps) mungkin adalah bahan yang paling langka dan paling berharga dalam pengobatan tradisional. Cordyceps Sinensis adalah sejenis jamur yang hanya dapat tumbuh dan berkembang di Tibet China. Jamur ini tidak tumbuh pada sembarangan tempat, jamur ini hanya tumbuh pada bangkai kempongpong ulat bulu.

Cordyceps telah digunakan untuk pengobatan oleh kaisar China selama berabad-abad, diperkirakan sejak tahun 1439 berdasarkan buku yang ditulis oleh dokter Tibet Zurkhar Nyamnyo Dorje. Obat ini pertama kali menjadi populer pada tahun 1992 dimana tim altetik China pada olimpiade dunia berhasil memecahkan beberapa rekor dunia sekaligus. Awalnya diduga karena menggunakan doping, tetapi setelah berhasil melewati tes doping tanpa adanya zat yang illegal, pelatih dari China mengatakan bahwa timnya mengkonsumsi Cordyceps sebagai supplement herbalnya.

Manfaat Cordyceps dan Hasil Penelitian Modern

Cordyceps Sinensis dikenal sebagai ‘Medical Mushroom’ didunia pengobatan barat. Obat ini terbukti memiliki banyak sekali khasiatnya seperti meningkatkan fungsi kekebalan tubuh kita, baik untuk menigkatkan fungsi ginjal dan hati, sulit bernapas karena defisensi ginjal dan paru-paru, kelelahan kronis, penderita kanker, Cordyceps juga memperkuat pembuluh jantung kita. Berdasarkan hasil penelitian baru – baru ini, uji klinis terhadap hewan menunjukan berbagai macam khasiat yang menguntungkan, seperti meningkatnya stamina dan meningkatnya produksi ATP (Berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh dan melawan pertumbuhan kanker). Memiliki keunggulan belipat-lipat dibandingkan obat-obatan kimia.  Tidaklah heran jika jamur Cordyceps banyak beredar di pasar gelap. Bahkan nama Cordyceps telah digunakan oleh banyak perusahaan di dunia.

Cordyceps Sinensis mengandung kira-kira 7% asam cordyceps sinensis, 25% protein, 8,4% lemak (di antaranya 82,2% merupakan asam lemak tak jenuh); mengandung 20 jenis asam amino (termasuk 8 jenis asam amino yang diperlukan tubuh manusia); banyak mengandung vitamin, mineral, ergosterol, hexoserol, dan berbagai basa dan enzim biologis.

Cordyceps sinensis dapat meningkatkan fungsi hati (termasuk membantu proses detoxifikasi), mendukung fungsi kekebalan tubuh dalam melawan virus hepatitis. Obat ini di China sering digunakan sebagai supplement untuk membantu penyembuhan penyakit hepatitis A, B dan C. Berdasakan uji klinis dengan mengkombinasikan antara Cordyceps dengan obat antivirus lamivudine pada hepatitis B, menunjukan sangat membantu dalam proses pemulihan pasien hepatitis B.
Cordyceps Sinensis dapat memperbaiki fungsi hati, sangat berharga sebagai obat pencegah sirosis hati. Dewasa ini baik di RRC maupun di seluruh dunia masih kekurangan obat ampuh terhadap anti sirosis hati. Impor obat pengatur kekebalan yang dikenal sebagai ‘zat penghambat’ ternyata tidak ideal bagi orang Asia, di samping harganya yang jauh di atas Cordyceps Sinensis.

Khasiat Cordyceps Untuk Pengobatan Pasien Kanker

Banyak sekali hasil penelitian, uji klinis yang menunjukan Cordyceps Sinensis berkhasiat sebagai pencegah atau penghambat berkembanganya sel kanker, terutama kandungan polysaccharides pada Cordyceps yang memiliki sifat anti-kanker. Selain itu kandungan sterols dan andeosine juga memiliki sifat anti tumor. Di Jepang, Korea dan China Cordyceps Sinensis banyak digunakan pada pasien kemoterapi dan radiasi sebagai supplement untuk mengurangi efek samping yang tidak diinginkan, sekaligus meningkatkan efektifitas dari terapi tersebut.

Melawan tumor, karena Cordyceps Sinensis mempunyai daya penyembuhan dan daya pemulihan kesehatan yang menyeluruh terhadap hati, ginjal, pembuluh darah, saluran pernafasan dan organ tubuh lainnya, oleh karena itu juga memberikan efek nyata terhadap pengendalian penyakit kanker stadium lanjut, dan dapat menekan sumber penyakit yang ada pada organ-organ tubuh tersebut, memperpanjang usia penderita, memperbaiki kualitas hidup. Selain itu Cordyceps Sinensis juga mampu meningkatkan proses produksi sel darah putih. Bagi penderita tumor otak tak ganas Cordyceps Sinensis memberikan efek penyembuhan konvensional yang ideal.

 

Tasly Cordyceps Capsules

TaslyCordycepsCapsule

 

 

Stroke ( ZHONG FENG 中 风 )

dan-shen
DAN SHEN

Penyakit  stroke (zhong feng)  adalah suatu penyakit dengan ciri khas mendadak terjadi  pingsan tidak sadarkan diri, disertai mata miring-mulut mencong, bicara tersendat, bahkan tak bisa bicara, lumpuh sebelah tubuh dll. Dapat juga tidak mengalami pingsan tiba-tiba terjadi gejala-gejala tersebut diatas.

Continue reading “Stroke ( ZHONG FENG 中 风 )”